SEPUTAR BAHASA ARAB

Blog seputar bahasa arab menyajikan konten seputar kajian kebahasa araban baik itu ilmu nahwu,sharaf,balagoh,imla dll.

ILMU NAHWU

ialah ilmu yang mempelajari sintaksis bahasa arab .

ILMU SHARAF

ialah ilmu yang mempelajari morfologi (pembentukan kata) dalam bahasa arab.

ILMU BALAGHAH

ialah ilmu yang mempelajari semantik dalam bahasa arab.

MARI BELAJAR BAHASA ARAB

Belajar bahasa arab itu indah dan menyenangkan.

Thursday, December 7, 2017

HIKMAH & MANFAAT MEMBACA SHOLAWAT

  • Pengertian sholawat
     Sholawat menurut bahasa diartikan sebagai do'a.Sedangkan menurut istilah sholawat adalah bentuk pujian serta do'a kepada Alloh agar Alloh memberikan rahmat dan kesejahteraan untuk Rosul tak lupa juga harapan kita untuk mendapat berkah dan syafaat dari Rosul di hari kiamat nanti. Alloh swt berfirman
ان الله ومل ئکته یصلو ن عل النبی یا ایه الذ ین امنوا صلوا علیه وسلموا تسلیم
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bersholawat untuk nabi.Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (Q. S Al-Ahzab :56)
   Ibnu Katsir pun menjelaskan dalam tafsirnya yang diriwayatkan oleh imam Bukhari sebagai berikut:
1.Apabila sholawat dari Alloh untuk nabi maka sholawat tersebut berarti memberikan kemulyaan dan rahmat
2.Apabila sholawat tersebut dari malaikat untuk nabi maka sholawat itu berarti memohon ampunan
3.Apabila sholawat tersebut dari mukmin(jin dan manusia) maka sholawat tersebut berarti berdoa agar diberikan kemulyaan dan rahmat
  • Hukum manbaca solawat
   Hukum membaca sholawat adalah sunah muakad, sementara membaca sholawat pada tasyahud akhir merupakan wajib sebab menjadi bagian dari rukun solat. Kesimpulan yang bisa kita ambil apabila Allah dan malaikat saja membaca soholawat kenapa kita sebagai hamba yang penuh dosa ini tidak mau membaca sholawat?,
  • Waktu membaca sholawat
1.Setelah wudhu sebelum membaca do'a
2.Ketika mendengar orang lain menyebutkan nama Rosullulah saw
3.Diakhir do'a qunut
4.Sebelum membaca do'adzan
5.Setelah menjawab adzan
6.Saat masuk dan keluar mesjid
7.Diawal tengah dan akhir do'a
8.Ketika sholat jenazah
9.Malam jum'at
10.Kalau bisa usahain membaca sholawat setiap hari
  • Manfaat membaca sholawat
1.Dijadikan sebagai orang kaya yang tidak akan fakir setelahnya
2.Allah memenuhi semua hajatnya(kebutuhannya)
3.Akan dihilangkan kesulitan dan kesusahannya
4.Dimudahkan rizkinya
5.Dihindarkan dari kefakiran selama-lamanya
6.Alloh akan mengangkat
10 derajat dan 10 keburukan darinya
7.Memperoleh 10 sholawat dari Alloh setiap satu kali membaca sholawat kedapa Rosululloh saw
8.Memperbanyak sholawat untuk mendapatkan syafaat dari Rosulullah SAW.
9.Ditulis baginya 10 kebaikan
10.Menjadi wasilah seseorang memperoleh sholawat dari Allah dan para malaikatnya
11.Menjadikan seorang hamba dekat dengan Rosulullah saw pada hari kiamat..Rosululloh saw bersabda
عن عبد الله بن مسعود ان رسول الله قال:اول الن س بی یوم القی مت اثر هم علی صل ت
"Dari abdullah bin mas'ud bahwasannya Rosululloh saw bersabda:"manusia yang paling utama denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku
  • Adab membaca sholawat
1.Suci dari najis
2.Berwudhu
3.menghadap kiblat lebih utama
4.berpikir tentang dzat nabi Muhammad saw yang mulia(sifat,prilaku dan perkataanya)
5.Membaca dengan segenap jiwa dan perasaan
  • Hikmah membaca sholawat
1.Membaca sholawat bisa menyinari hati dari kegelapan
2.Bisa menjadi sebab sampai kepada alloh
3.Bisa memperbanyak rizki
4.Orang yang memperbanyak sholawat Alloh akan mengharamkan jasadnya dari api neraka
من اکثر منه حرم الله جسده عل النر
5.Mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti





Thursday, November 30, 2017

PEMBAHASAN LENGKAP KALAM

PEMBAHASAN LENGKAP KALAM
  • Pengertian kalam
Sebenarnya terdapat banyak sekali pendefinisian terhadap kalam ditinjau dari bidang studi ilmu yang dipelajarinya berhubung pembahasan kalam ini tidak hanya ditemui di ilmu nahwu saja. Beberapa ulama mendefinisikan kalam sebagai berikut:
  1. Kalam menurut bahasa
    كل ما افاد
    “Segala sesuatu yang memberikan faidah”.
  2. Kalam menurut ulama fiqh
    كل ما ابطل الصلاة
    “segala sesuatu yang membatalkan solat”.
  3. Kalam menurut ulama tauhid
    عبارة عن المعنى القديم القائم بذات الله تعالى
    “suatu istilah untuk makna yang qadim yang terdapat pada dzat Allah SWT”.
  4. Kalam menurut ulama ushul
    اللفظ المنزل على محمد للاعجاز بأقصر سورة منه المتعبد بتلاوته
    “ suatu lafadz yang diturunkan kepada nabi Muhammad yang bernilai mukjizat walau dengan surat terpendek sekalipun dan juga bernilai ibadah bagi yang membacanya”.
  5. Kalam menurut ulama nahwu
    ما اجتمع فيه قيود اربعة
    “sesuatu yang didalamnya terhimpun empat unsur tata bahasa”.
Berhubung yang dibahas kali ini adalah kalam menurut ilmu nahwu, maka definisi terakhir adalah definisi yang paling relevan. Kalam ialah yang padanya terhimpun empat unsur tata bahasa, yaitu:
  • lafadz (اللفظ)
  • murakkab (المركب)
  • mufid (المفيد)
  • wadh’a (الوضع)
Empat unsur tersebut adalah unsur yang harus dipenuhi untuk membentuk suatu kalam yang sempurna, meskipun Ibnu Malik dalam kitab Alfiyyah meringkasnya menjadi dua, dalam baitnya yang terkenal:
كلامنا لفظ مفيد كاستقم# واسم وفعل ثم حرف الكلم
Meskipun Ibnu Malik hanya memberikan dua syarat untuk membentuk kalam, namun Ibnu malik mensiratkan unsur murakab dan wadh’a dalam mufid, ini tergambar dari contoh yang diberikannya استقم. Contoh ini telah memenuhi empat unsur yang telah dikemukakan sebelumnya.
Untuk lebih memahami empat unsur tadi, maka saya akan membahas empat unsur tersebut:
  1. Lafadz (اللفظ)
    definisi lafadz:
    الصوت المستمل على بعض الحروف الهجائية
    “suara yang menghimpun sebagian huruf hijaiyyah”
    Dari segi bahasa lafdz ini dapat diklasifikasikan kedalam dua, yaitu:
  • lafadz musta’mal, ialah lafadz yang biasa dipakai dalam ungkapan bahasa Arab, contoh زيد ، اسد
  • lafadz muhammal, ialah lafadz yang tidak digunakan dalam ungkapan bahasa Arab, contoh ديز، سدا
    sesuai kesepakatan ulama nahwu maka yang digunakan sebagai unsur pembentuk kalam adalah lafadz musta’mal, bukan lafadz muhammal
  1. Murakkab (المركب)
    Definisi murakkab
    ما تركب من كلمتين او اكثر
    “sesuatu yang tersusun dari dua kata atau lebih”
    dalam ilmu nahwu murakkab/tarkiib diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
  • Murakkab isnadi, ialah tersusunya musnad (mubtada dalam jumlah ismiyah dan fail dalam jumlah filiyah) dan musnad ilaih (khabar dalam jumlah ismiyah dan fiil dalam jumlah filiyah), seperti الله اكبر، جاء
  • Murakkab idhafi, ialah tersusunnya mudhaf dan mudhaf ilaih atau lebih terkenal dengan istilah idhafat, seperti غلام زيد
  • Murakkab majzi, ialah tersusunya dua kata yang menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam irab, seperti بعلبك
    Dari tiga murakkab diatas, yang menjadi penyusun kalam ialah murakkab isnadi.
  1. Mufid (المفيد)
    Definisi mufid
    ما افاد فائدة تامة يحسن السكوت من المتكلم والسامع عليها
    “sesuatu yang memberikan faidah sempurna dengan indikator diamnya pembicara (dari menambah perkataan) dan pendengar (dari menanyakan kembali)”
    Mufid dikategorikan menjadi dua, yaitu:
  • Mufid naqis, yaitu suatu ungkapan yang menunjukan fakta yang tidak mutlak, yang apabila diungkapan memberikan suatu faidah, Seperti قام محمد ungkapan ini memberi faidah tentang posisi subjek sedang berdiri yang sebelumnya memungkinkan untuk duduk dan berbaring.
  • Mufid tamm, ialah ungkapan yang tidak berfaidah (tidak memberikan manfaat), seperti النار حارة. Ungkap aan ini tidak memberikan suatu faidah, karena sudah mutlak bahwa api itu panas dan tidak ada yang memungkirinya.
    Mufid yang menjadi penyusun kalam ialah mufid naqis, bukan mufid tam
  1. Wadh’a (الوضع)
      Definisi wadh’a
    جعل الفظ دليلا على المعنى
    “lafadz menunjukan pada adanya makna”
    Sebagian ulama ada yang menyimpulkan wadh’a adalah harus dengan bahasa Arab.




      



Friday, May 5, 2017

Pembahasan khobar lengkap



KHOBAR
Materi ini sangat erat kaitannya dengan materi sebelumnya, mubtada dan khobar adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, dua kaidah ini selalu dibahas dalam satu pembahasan, namun penulis sengaja memisahkannya dengan pembahasan mubtada dengan tujuan supaya setiap pembahasan dibahas secara terperinci.
KHOBAR
1.      Definisi
Banyak para ulama nuhat yang memberikan definisi terhadap kaidah ini, sehingga kaidah khobar banyak ditemukan dengan definisi yang berbeda, sebagaimana berikut :
a.       Syekh shalih al-usaimin
هو الاسم المرفوع المسند اليه 
b.      Syekh abdul rahman al-hatab ar-ruaini
هوالجزءالذي يتم به الفائده مع المبتداء
c.      Syekh al-jurzani
هو اللفظ المجرد عن العوامل الفظية مسند الى ما تقدما لفظا نحو : بكر قائم او تقديرا نحو: اقائم زيد
d.      Syekh abdul rahman ad-dakr
هو الجزء الذي حصلت به او بمتعلقه مع المبتداء غير الوصف
Dari empat definisi diatas dapat ditarik empat persamaan yang dapat menjadi konsep dasar dari khobar, yaitu:
1.      Isim yang beri’rab rafa’
2.      Sebagai penyempurna mubtada
3.      Terletak setelah mubtada

2.      Penjelasan
Khobar adala isim yang beri’rab rafa’sebagai mana mubtada dan termasuk anggota dari marfuatil asma bersamaan dengan mubtada, selain dari fail, naib al-fail dll.Adapun indicator/aamil yang melatar belakangi keadaan rafa’nya adalah mubtada, sebagaimana perkataan Imam Ibnu Malik dalam kitab alfiyah:
ورفعوا مبتداء بالابتداء # كذاك  رفع خبر بالمبتداء
Keberadaan khobar berfunsi sebagai penyempurna mubtada, karena tidak mungkin mubtada dapat dipahami tanpa adanya khobar, karena salah satu syarat pembentukan kalam dalam bahasa arab harus lah murakab (tarkib isnadi) dalam artian adanya ketersusunan antara dua unsur atau lebih yang saling menyempurnakan makna, seperti dalam contoh الحمد لله
Pada dasarnya letak khobar itu setelah mubtada, namun dalam beberapa keadaan khobar malah harus diletakan sebelum mubtada, seperti yang telah penulis  dijelaskan dalam bab mubtada terdahulu.
3.      Klasifikasi khobar
Agus S. Kahaerani  dalam kitab Audloh Al-manaahij  megklasifikasikan khobar menjadi tiga   bagian :
a.       Khobar mufrad
Khobar mufrad ialah khobar yang dibentuk dari isim jamid (isim bukan dari hasil penderivasian), seperti dalam contoh  هذا قلم, atau isim musytaq (isim yang merupakan hasil derivasi dari fiil/masdar) seperti dalam contoh انا قائم, atau muawwal bil musytaq (isim mausul, isim nisbat atau isim isyarah  dll.) seperti dalam contoh زيد هذا (اي الحاضر)  زيد عربي ( اى المنسوب بالعرب) ،  زيد الذى قام ( اى المعروف قيامه)
      b. Khobar Jumlah
          Khobar jumlah ialah khobar yang dibentuk dari jumlah sugra ( klausa minor) yang terdiri dari jumlah ismiyah atau jumlah fi’liyah seperti dalam contoh  زيد قام ابوه dan   زيد ابوه قائم. Dalam khobar al-jumlah disyaratkan adanya irthibat (keterkaitan) antara mubtada dan khobar, baik itu berupa dhomir dalam khobar yang kembali pada mubtada seperti dalam contoh sebelumnya, atau berupa isim isyarah yang menyimpan musyar ilaih yang kembali kepada mubtada seperti dalam contoh ولباس التقوى ذلك خير .
c. Khobar sibhu al-jumlah
   Khobar sibhu al-jumlah ialah khobar yang dibentuk dari susunan jar-majrur dan dharaf seperti dalah contoh زيد فى الدار، زيد امامك
Dua jenis khobar terakhir ini dalam mayoritas kitab nahwu disebut dengan khobar ghair al-mufrad.
Catatatn:
Istilah mufrad yang digunakan dalam bab khabar ini ialah mufrad dalam artian kebalikan dari jumlah, bukan istilah mufrad yang digunakan dalam bab i’rab.
Untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan perbedaan istilah-istilah mufrad dalam bab-bab ilmu nahwu.
1. Mufrad dalam bab kalam
ضد المركب
“Kebalikan dari murakkab”

2.  mufrad dalam bab i’rab
ما ليس مثنا ولا مجموعا ولا ملحقا بهما ولا من الاسماء الخمسة
"Ialah isim yang bukan termasuk tasniyah,jamak, mulhaq jamak dan asma al-khomsah (isim lima)” singkatnya mufrad dalam bab ini ialah mufrad yang dirafakan dengan dhamah, dinasabkan dengan fathah,dijarkan dengan kasrah.
3. mufrad dalam bab khabar
ما ليس جملة ولا سبيها بالجملة
“Ialah yang bukan merupakan jumlah atau serupa dengan jumlah”   
4.  mufrad dalam bab munada
ما ليس مضافا ولا شبيها بالمضاف
“ Ialah yang bukan merupakan idhafat  atau serupa idhafat”


 Referensi:
1.     Kitab audloh al-masalik
2.     Kitab mutammimah al-jurumiah
3.     Skripsi Husni Gundar (mubtada wa al-khobar fii surat al-a’raf)
4.   Kitab Jaami ad-Durus al-Lughah al-Arabiyah

loading...